banditmedannews -   Saat ini aku bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bersifat nasional dan posisiku cukup tinggi dan sangat sesuai dengan ukuranku. Pada saat itu aku berumur 31 tahun dan aku saat ini sudah menduduku posisi administrator advertising, sebut saja namaku Arbi. Dengan posisi itu aku tekanan dalam pekerjaan membuatku stres, namun untuk melampiaskan itu semua aku selalu pergi keluar kota pikiran bersama dengan istriku

Namun entah mengapa, beberapa minggu ini istriku terlihat mudah sekali marah, sehingga ketika saya merasa takut melakukan hubungan seks sering kali gagal. Hal ini membuat konsentrasiku dalam pekerjaan sedikit terganggu. Memang bagi kita para lelaki, seks selalu jalan pertama yang kita tempuh dalam mengurangi beban pikiran, bila tak tersalurkan maka akan mengganggu semangat dan pikiran kita. Dan hal itulah yang aku alami beberapa minggu belakangan ini.

Apalagi bulan-bulan ini adalah bulan menjelang hari raya yang dimana semua bisnis baik itu besar maupun kecil meraup keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan ditempatku, keadaannya terbalik sehingga tekanan yang aku terima semakin berat dan membuatku harus melepaskan semua beban itu dengan melakukan semua di kamar mandi, karena istriku sendiri sedang mengalami masalah di tempat kerja.

Namun semua itu berakhir ketika hari itu, hari kamis. Dimana aku pulang kerumah seperti biasa pukul 19.00. Aku sampai di rumah, setelah memarkirkan mobilku, aku berjalan masuk dan bertemu dengan istriku yang juga baru pulang dari kerja. Kami berciuman dipipi Kemana-mana lalu aku masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Lalu akupun mandi untuk menyegarkan diri dari segala kepenatan yang menglingkupiku. Usai mandi, diluar terdengar suara orang tertawa dan setelah aku keluar aku melihat teman wanita adik istriku datang berkunjung. Gadis itu bernama fenny, yang tinggal beberapa rumah dari rumahku ini.

"Malam mas… ?", sapa fenny padaku.
"Malam fenny, dad kabar… ?", aku balik bertanya.
"Baiiiik banget mas. Emang gimana keadaan kantornya? Kok sepertinya tegang banget gitu ya… ?", fenny padaku karena melihatku kusut meskipun telah selesai membersihkan diri.
"Gitu dech, namanya kantor pasti teganglah..". Jawabku singkat.

Tak sengaja, aku mengamati fenny yang masih menggunakan pakaian kerjanya. Ia tampak begitu cantik, apalagi pekerjaan merupakan pekerjaan penting disalah satu perusahaan IT yang terkenal di Ibu kota. Namun semua itu aku kesampingkan.

Aku mendekati istriku yang kala itu sedang ganti pakaian, setelah selesai mandi. AKu peluk dia dari belakang dan mulai menciumi lehernya yang merupakan salah satu titik lemahnya, namun bukan gairah yang kudapatkan malah dianggap yang membuat marah. Ia mendorongku dan mengatakan bahwa ia sedang tidak mind-set untuk melayaniku, maka akupun pergi dan duduk dihalaman rumah sambil merokok untuk menghilangkan emosi yang membara didalam hati.

Aku duduk menyendiri sambil menikmati bir yang aku bawa dari dalam sambil merokok. Menatap kelangit yang gelap, membayangkan bagaimanakah kehidupanku dimasa yang akan datang. Aku yang pada dasarnya adalah lelaki yang setia, tak sanggup berpikir harus berpisah dengan istriku, dan hidup menyendiri. Sungguh sebuah bayangan yang selalu kutepis.

Namun bayangan akan mendekati kenyataan, semua itu didukung dengan kondisi istriku yang sedang naik daun dan pendapatan yang lebih besar dariku, atau mungkin ia telah mendapatkan teman pria lain. Pikiran2 Itulah yang selaluku selama ini. Karena terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri hingga menyadari kehadiran fenny yang duduk di depanku. Aku terkejut ketika fenny memanggilku dengan cukup keras.

"Mas… !!!".
"Eh ya, sori ga denger… ?!", kataku kaget.
"Ih mas arbi, melamun terus tuh..?", customized organization fenny lagi.
"Iya, maaf ya. Emang ada apa fen..?", tanya mereka lagi.
"Gpp mas, keliatannya mas arbi pusing banget, kusut gitu..?".
"Biasalah banyak masalah… ?!".
"EMang fenny bisa bantu apaan… ?", customized organization fenny antusias.

Aku sempat terkejut mendengar pernyataan fenny, namun aku segera menjawabnya,

"Ga usah, kok ga langsung pulang kenapa fenny..?", tanyaku balik.
"Hehehehe… dirumah ga ada orang, feny takut sendirian, pulangnya entar nunggu mama..", customized organization fenny malu2.




Setelah itu aku mengambil minumanku dan meminumnya, tapi ketika aku menoleh rok range fenny tersingkap dan memperlihatkan kehalusan pahanya yang putih, membuatku langsung terangsang. Lalu aku kembali bersandar dan menyalakan kembali rokokku, mencoba menghilangkan semua gairah yang muncul tiba-tiba. Lalu istriku dan adiknya keluar dari dalam rumah dan berpamitan padaku untuk keluar sebentar shopping center, untuk belanja kebutuhan bulanan. AKu mengangguk, sementara adik iparku berbicara pada fenny memintannya menunggu kalo mau, kalo tidak ikut aja. Sementara fenny menjawab nunggu aja. Selesai itu istriku dan adiknya pergi meninggalkan rumah.

Aku berkata pada fenny, kalo membutuhkanku aku berada didalam. Lalu aku pergi meninggalkan fenny yang masih duduk diluar sambil bermain dengan HPnya. Aku masuk kedalam, tapi aku bersembunyi diruang tamu dekat gorden, untuk mengintip lebih dekat fenny yang memang membelakangi gorden, sehingga akan tampak lebih jelas. Apalagi ketika fenny melepas blasernya, bloush kerjanya yang memliki renda pada daerah kancing, dengan warna yang tidak terlalu terang tapi memperlihatkan keindahan tubuh mungil fenny. Aku tak tahan lagi, maka akupun segera pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju kamarku. Penisku sudah begitu tegangnya, tak lama kemudian terdengar suara panggian fenny padaku,

"Mas..mas arbi… mas..?".
"Apa fenny..??", tanyaku sambil membuka pintu kamarku.
"Mas, fenny numpang minum ya..?".
"Ya..?", jawabku singkat.

Menatap nanar tubuh fenny yang indah, apalagi saat itu ia tak memakai lagi blasernya, dengan bloush yang tipis sehingga menampakkan tubuh indah> Bra warna biru yang tercetak jelas membuatku semakin tak dapat gairahku sendiri, mungkin tadi tak begitu terlihat karena tertutup blasernya, namun sekarang semua itu begitu indah dan menggoda.

Selesai minum, fenny kembali menuju keruang makan dimana aku sudah menantinya. Kami bertemu dan fennypun tersenyum manis. Aku berdiri dihadapannya, lalu fenny berjalan kembali disampingku. Ada kebimbangan didalam hati mengenai semua ini, antara gairah dan akal sehatku. Namun gairahkulah pemenangnya, maka dengan cepat tangan feny aku cekal, dan ia terkejut. Aku berbalik dan segera menarik fenny kedalam dekapanku. Fenny tak melawan hanya menatap penuh rasa keterkejutan. Aku peluk fenny dan mencium bibirnya lembut, namun penuh gairah.

Fenny tak melawan hanya pasrah, hingga pada akhirnya ia ikut terbawa oleh gairahnya sendiri dan membalas lumatanku. Tanganku tak berhenti begitu saja, meraba punggungnya, turun kebawah lalu meremas kuat bongkahan pantat yang bulat dan penuh milik fenny semakin membuatku semakin terangsang. Penisku yang sangat tegang menempel keras pada perut fenny, denyutan kuat penisku terasa begitu kuat diperut fenny membuat fennypun ikut bergairah.

Tanganku bergerak semakin liar, menuju kebagian depan tubuh fenny. Membuka kancing bloushnya satu persatu hingga terbuka semua, dan menyusup masuk kedalamnya, aku remas lembut payudara fenny yang berukuran kira2 34 cup b itu. Setiap remasan yang aku lakukan fenny mengerang disela ciumanku, membuatku semakin bergairah. Kemudian tanpa kusadari tangan fenny bergerak menuju selangkanganku, membuka celanaku dan meremas lembut penisku yang sudah sangat tegang.

Beberapa saat kemudian, aku teringat bahwa yang kulakukan sekarang ini menyalahi aturan dan seketika itu juga aku melepaskan ciumanku dan juga remasanku pada payudara fenny. Aku berjalan mundur sambil menatap penuh rasa bersalah pada fenny yang sudah ikut terangsang oleh karenaku. Wajahnya memerah, dan nafasnya quip memburu seiring dengan gairah yang memuncak.

"Maaf..maafin… aku fenny..maaf..", kataku gugup.
"Maafin mas arbi, fenny, maaf… ", kataku semakin kacau.
Namun tiba-tiba fenny menyentuh bibirku dengan jarinya, dan berkata lembut,
"Gpp kok mas. Fenny tau kok… ", individualized organization fenny mencoba menenangkanku.
"Emang mas arbi lagi pengen banget ya… ?", tanya fenny kembali.
"Iya, tapi ya udahlah, gpp. Maafin mas ya fenny… ?!", kataku lagi.
"Mau ga fenny bantuin… ?", customized organization fenny pelan sambil menatapku tajam.

Aku terkejut dengan jawabannya. dan menatap fenny seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan. Fenny mendekatiku, lalu ia menarikku mendekat dan sambil berbisik ditelingaku, ia menciumku kemudian. Dengan lembut, hingga akhirnya akupun membalas ciumannya.

Tangan fenny membimbing tanganku kearah dadanya, dan menempatkannya pada payudaranya, lalu membantu tanganku supaya meremas payudaranya sendiri. Aku lakukan, pertama dengan lembut lalu semakin kuat dan penuh nafsu. Kemudian, aku memeluk tubuh fenny dengan erat. Ciumankupun turun pada leher jenjang fenny. Desahan lembut keluar dari bibirnya, sementara tanganku membuka kait penahan bra fenny, lalu menyingkapkannya dan tangankupun bersentuhan langsung dengan lembutnya payudara fenny. Desahan fenny berubah menjadi erangan penuh gairah.

"Aaahh..aahh..mas… .oohh… ..", erang fenny.


 


Tanpa melepas bloush kerjanya, aku menikmati kelembutan dan keindahan tubuh fenny.

Waktu berlalu dan ciumankupun telah berubah pada payudaranya, erangan dan gelinjang tubuh fenny semakin keras dan kuat. Apalagi posisinya sekarang telah duduk diatas pangkuanku dengan kaki terbuka lebar dan rok range yang tersingkap sampai pinggulnya. Ciuman dan jilatanku pada payudara fenny membuatku mengerang semakin keras, apalagi ketika jariku menggosok vagina fenny yang telah basah dan hanya ditutupi oleh celana dalam model strap miliknya yang telah basah kuyub oleh cairan kepuasannya.

"Aaah..aahh..mass..aahh… .aahh… ", erang fenny.

Setelah beberapa saat fenny kembali mengerang panjang, dan aku langsung melumat bibirnya mencoba mengurangi keluarnya